You are currently viewing Pramono Sebut Curah Hujan di Jakut Sangat Banyak Hingga Capai 280 Mm: Tertinggi Selama Saya Menjabat Gubernur

Pramono Sebut Curah Hujan di Jakut Sangat Banyak Hingga Capai 280 Mm: Tertinggi Selama Saya Menjabat Gubernur

Pramono Sebut Curah Hujan di Jakut Sangat Banyak Hingga Capai 280 Mm Tertinggi Selama Saya Menjabat Gubernur

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa curah hujan di wilayah Jakarta Utara (Jakut) mencapai 280 milimeter (mm) dalam satu hari. Angka tersebut disebut sebagai yang tertinggi selama masa kepemimpinannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Kondisi cuaca ekstrem ini menjadi salah satu faktor utama terjadinya genangan dan banjir di sejumlah titik ibu kota.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat meninjau wilayah terdampak banjir dan memimpin rapat koordinasi penanganan bencana hidrometeorologi. Ia menegaskan bahwa intensitas hujan kali ini berada jauh di atas rata-rata harian dan menjadi tantangan serius bagi sistem drainase perkotaan.

Curah Hujan Ekstrem Picu Genangan

Menurut Pramono, curah hujan sebesar 280 mm dalam waktu singkat tergolong sangat ekstrem dan jarang terjadi. Intensitas hujan setinggi itu menyebabkan saluran air tidak mampu menampung debit air yang masuk secara bersamaan, sehingga memicu genangan hingga banjir di beberapa kawasan, khususnya Jakarta Utara.

“Curah hujan di Jakarta Utara mencapai 280 milimeter. Ini adalah yang tertinggi selama saya menjabat sebagai gubernur,” ujar Pramono.

Ia menjelaskan bahwa hujan deras yang terjadi secara merata, ditambah dengan pasang air laut (rob), memperparah kondisi di wilayah pesisir utara Jakarta. Kombinasi faktor tersebut membuat air lebih lambat surut meski pompa air telah dioperasikan secara maksimal.

Dampak di Sejumlah Wilayah

Akibat curah hujan ekstrem, sejumlah ruas jalan dan permukiman warga di Jakarta Utara sempat terendam air dengan ketinggian bervariasi. Aktivitas warga terganggu, terutama pada jam-jam sibuk. Beberapa sekolah dilaporkan menyesuaikan jadwal belajar, sementara arus lalu lintas mengalami perlambatan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan petugas gabungan dari Dinas Sumber Daya Air, BPBD, Damkar, hingga PPSU untuk melakukan penyedotan air, pembersihan saluran, serta membantu warga terdampak.

Langkah Cepat Pemprov DKI

Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta bergerak cepat dalam merespons kondisi tersebut. Seluruh pompa air di Jakarta Utara dioperasikan, termasuk pompa stasioner dan mobile. Selain itu, pintu-pintu air dipantau secara intensif untuk mengatur aliran air agar tidak memperparah genangan di wilayah hilir.

Pemprov juga berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca dan potensi hujan lanjutan. Informasi prakiraan cuaca terus disampaikan kepada masyarakat sebagai langkah mitigasi dini.

Antisipasi dan Evaluasi Sistem Drainase

Curah hujan tertinggi selama masa jabatan Pramono ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah Tuna55. Pramono mengakui bahwa perubahan iklim membuat pola cuaca semakin sulit diprediksi, sehingga diperlukan peningkatan kapasitas infrastruktur pengendalian banjir.

Ia menekankan pentingnya normalisasi dan naturalisasi sungai, perawatan saluran drainase, serta penguatan sistem pompa sebagai upaya jangka menengah dan panjang. Selain itu, peran masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air juga dinilai krusial.

Imbauan kepada Masyarakat

Gubernur Pramono mengimbau warga Jakarta untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Masyarakat diminta menghindari aktivitas di wilayah rawan banjir saat hujan deras dan segera melapor jika menemukan genangan atau saluran tersumbat.

“Ini bukan kondisi normal. Kita semua harus bersiap menghadapi cuaca ekstrem seperti ini, dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Pramono.

Pernyataan gubernur tersebut menegaskan bahwa tantangan banjir di Jakarta semakin kompleks. Curah hujan ekstrem yang mencapai 280 mm di Jakarta Utara menjadi pengingat penting akan perlunya adaptasi dan kesiapsiagaan menghadapi dampak perubahan iklim yang kian nyata.

Leave a Reply