
Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di DKI Jakarta, dengan genangan air dilaporkan meluas hingga 15 RT dan 20 ruas jalan. Berdasarkan data terbaru dari pemerintah daerah, Jakarta Barat (Jakbar) menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan akibat curah hujan tinggi yang mengguyur ibu kota sejak beberapa hari terakhir.
Genangan terjadi akibat kombinasi hujan lebat, sistem drainase yang belum optimal, serta luapan air di beberapa titik rawan. Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga terganggu, terutama di kawasan permukiman padat dan jalur lalu lintas utama.
Jakarta Barat Paling Terdampak
Wilayah Jakarta Barat tercatat menyumbang jumlah RT dan ruas jalan tergenang terbanyak. Sejumlah kelurahan di kawasan tersebut mengalami genangan dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 20 hingga lebih dari 60 sentimeter. Air menggenangi permukiman warga, gang sempit, serta jalan penghubung antarwilayah.
Selain Jakarta Barat, genangan juga terpantau di beberapa titik di Jakarta Utara dan Jakarta Selatan, meski dengan jumlah dan ketinggian yang relatif lebih kecil.
Dampak ke Aktivitas Warga dan Lalu Lintas
Genangan di 20 ruas jalan menyebabkan arus lalu lintas tersendat di sejumlah titik. Beberapa kendaraan roda dua terpaksa memutar arah, sementara kendaraan roda empat harus melaju perlahan untuk menghindari mogok.
Warga yang terdampak banjir mengeluhkan kesulitan beraktivitas, mulai dari berangkat kerja hingga mengantar anak ke sekolah. Di beberapa lokasi, air bahkan masuk ke dalam rumah, memaksa warga menyelamatkan barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi.
Upaya Penanganan oleh Pemprov DKI
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui BPBD, Dinas Sumber Daya Air, dan PPSU bergerak melakukan penanganan. Sejumlah pompa air diaktifkan untuk mempercepat surutnya genangan, sementara petugas disiagakan untuk membersihkan saluran air dari sampah dan sedimen.
Petugas juga melakukan pemantauan di pintu-pintu air serta wilayah rawan banjir untuk mengantisipasi kemungkinan genangan bertambah jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Imbauan kepada Masyarakat
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di wilayah rawan banjir. Warga Tuna55 diminta memantau informasi cuaca, mengamankan barang berharga, serta segera melapor jika terjadi genangan atau kondisi darurat di lingkungan sekitar.
Pengendara juga diimbau menghindari ruas jalan yang tergenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan guna mencegah kecelakaan.
Potensi Genangan Masih Ada
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, pemerintah daerah tidak menutup kemungkinan genangan bisa bertambah. Oleh karena itu, kesiapsiagaan terus ditingkatkan, termasuk menyiapkan lokasi pengungsian jika diperlukan.
Banjir yang kembali meluas ini menjadi pengingat pentingnya perbaikan sistem drainase, pengelolaan lingkungan, serta kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan saluran air agar risiko banjir di Jakarta dapat ditekan.