Investasi USD 16,9 Miliar, Pramono AnungYakin Jakarta Masuk Top 50 Dunia – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan keyakinannya
bahwa Jakarta memiliki peluang besar menembus jajaran 50 besar kota global dunia. Optimisme tersebut didukung capaian realisasi investasi
sepanjang 2025 yang mencapai USD16,9 miliar, mencerminkan kuatnya kepercayaan investor internasional meski ekonomi global
masih dibayangi ketidakpastian.
Pramono Anung, Investasi Menguat, Jakarta Bidik Top 50 Global City
Pramono mengungkapkan, realisasi investasi Jakarta pada 2025 meningkat sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian ini dinilai menjadi indikator positif atas stabilitas dan daya tarik Jakarta sebagai tujuan investasi.
Ia menyebutkan bahwa peringkat Jakarta dalam daftar kota global juga mengalami peningkatan, dari posisi 74 menjadi 71. Ke depan,
Pemprov DKI menargetkan lompatan yang lebih signifikan dengan sasaran masuk Top 50 Global City pada 2029.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono dalam forum Indonesia Economic Summit, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, terdapat tiga faktor utama agar Jakarta mampu bersaing dengan kota-kota besar dunia, yakni pembangunan infrastruktur
yang berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penciptaan iklim dan ekosistem bisnis yang transparan dan terbuka.
Dengan tata kelola yang baik, Pramono meyakini kepercayaan investor global terhadap Jakarta akan semakin menguat.
Ia juga menilai forum-forum internasional memiliki peran strategis dalam memperkenalkan Jakarta kepada dunia.
Melalui ajang tersebut, investor dapat memahami secara langsung arah pembangunan
dan komitmen Jakarta dalam menciptakan kepastian berusaha.
Pramono Anung Pemprov DKI Siap Jalankan Arahan Presiden Soal Kebersihan
Selain membahas pembangunan dan investasi, Pramono turut merespons arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penertiban sampah,
spanduk iklan, dan atribut partai politik. Ia memastikan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah dan
akan terus melaksanakan arahan tersebut secara menyeluruh.
Pramono menegaskan bahwa upaya penataan tidak hanya terbatas pada kebersihan lingkungan dan reklame,
tetapi juga mencakup penertiban atribut partai yang dinilai mengganggu estetika kota, termasuk di kawasan flyover dan ruang publik lainnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo meminta seluruh menteri, kepala daerah, serta unsur TNI dan Polri untuk terlibat aktif
dalam penanganan persoalan sampah. Arahan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional
di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, pada Senin (2/2/2026).
Presiden menekankan pentingnya gerakan bersih-bersih secara rutin, bahkan sebelum memulai aktivitas kerja. Ia juga mendorong pemerintah
daerah melibatkan masyarakat dan pelajar dalam kegiatan kebersihan sebagai bagian dari edukasi lingkungan. Menurut Prabowo,
persoalan sampah harus diperlakukan sebagai ancaman serius
karena berdampak langsung pada kesehatan, kualitas Tuna55 hidup, dan daya tarik pariwisata nasional.