You are currently viewing Kebakaran di Tambora, Menghanguskan Kurang Lebih 14 Rumah dan 2 Gudang Konveksi

Kebakaran di Tambora, Menghanguskan Kurang Lebih 14 Rumah dan 2 Gudang Konveksi

Kebakaran di Tambora, Menghanguskan Kurang Lebih 14 Rumah dan 2 Gudang Konveksi

Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Tambora, Jakarta Barat, dan menghanguskan sedikitnya 14 unit rumah warga serta satu gudang konveksi. Peristiwa ini menimbulkan kepanikan dan membuat puluhan warga terpaksa mengungsi untuk menyelamatkan diri.

Api mulai terlihat pada sore hari. Dalam hitungan menit, kobaran api cepat membesar dan merambat dari satu bangunan ke bangunan lain karena jarak rumah yang berdekatan serta sebagian besar bangunan terbuat dari material mudah terbakar.

Proses Pemadaman Berlangsung Dramatis

Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan segera mengerahkan sejumlah unit mobil damkar ke lokasi. Akses jalan yang sempit serta banyaknya warga yang berusaha menyelamatkan barang membuat proses pemadaman sempat mengalami kendala.

Meski demikian, petugas berjibaku selama hampir dua jam untuk mengendalikan api agar tidak meluas ke permukiman lain. Setelah berjibaku dengan proses pendinginan, petugas akhirnya berhasil menjinakkan si jago merah sepenuhnya.

“Petugas harus bekerja ekstra karena lokasi padat, angin cukup kencang, dan banyak material mudah terbakar di gudang konveksi,” ujar salah satu petugas pemadam kebakaran di lokasi.

Gudang Konveksi Tambora Turut Terbakar

Salah satu bangunan yang terdampak paling parah adalah gudang konveksi Tuna55 yang berada di tengah permukiman. Gudang tersebut berisi kain, pakaian jadi, serta peralatan produksi yang mudah terbakar. Material ini membuat api cepat membesar dan menyulitkan proses pemadaman.

Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Pemilik gudang mengaku kehilangan sebagian besar aset produksi yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian mereka dan para pekerja.

Warga Mengungsi , Bantuan Disiapkan

Akibat kebakaran tersebut, puluhan kepala keluarga harus mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman, seperti balai warga dan musala setempat. Pemerintah kelurahan bersama BPBD dan dinas sosial setempat mulai menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji, selimut, serta kebutuhan dasar lainnya.

Petugas juga melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang terdampak untuk memastikan jumlah korban dan besaran bantuan yang akan diberikan.

Penyebab Masih Diselidiki

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, mengingat beberapa bangunan memiliki instalasi listrik yang sudah lama dan tidak terawat dengan baik.

Pemerintah daerah mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk, dengan rutin memeriksa instalasi listrik dan tidak menumpuk bahan mudah terbakar di dalam rumah.

Kebakaran di Tambora ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, terutama di lingkungan permukiman padat yang rentan terhadap perambatan api.

Leave a Reply