
Tren baru mulai mengemuka di pasar properti Eropa. Sejumlah investor kaya (high-net-worth individuals/HNWI)
kini semakin banyak yang menggunakan aset kripto sebagai alat pembayaran dalam transaksi pembelian properti bernilai jutaan euro.
Langkah ini menandai pergeseran signifikan dalam cara berinvestasi di sektor real estat, sekaligus memperlihatkan makin
luasnya adopsi teknologi blockchain di benua biru.
Beberapa agen properti mewah di kota-kota besar seperti Paris, London, Berlin, dan Madrid mengonfirmasi
meningkatnya minat klien untuk menyelesaikan transaksi menggunakan mata uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, hingga stablecoin.
Transaksi Lebih Cepat dan Fleksibel
Para investor menilai penggunaan kripto menawarkan kecepatan dan fleksibilitas dibandingkan sistem perbankan konvensional.
Transfer dana lintas negara dapat diselesaikan dalam hitungan menit hingga jam, tanpa harus melalui proses
perbankan berlapis yang memakan waktu dan biaya tinggi.
“Banyak klien kami berasal dari luar Eropa. Mereka ingin proses yang cepat dan efisien, dan kripto memberikan solusi itu,”
ujar seorang agen properti mewah di Paris.
Selain itu, penggunaan stablecoin berbasis dolar atau euro juga dianggap lebih stabil dan meminimalkan risiko
fluktuasi nilai tukar dalam transaksi besar.
Properti Mewah Jadi Incaran Investor
Jenis properti yang paling banyak dibeli menggunakan kripto umumnya adalah properti mewah Tuna55, seperti
vila di kawasan Riviera Prancis, apartemen premium di pusat kota London, hingga rumah bersejarah di Italia.
Nilai transaksi rata-rata berada di kisaran jutaan euro, sehingga kripto dinilai menjadi alternatif menarik bagi investor dengan likuiditas besar.
Beberapa pengembang properti bahkan mulai membuka opsi pembayaran kripto secara resmi dan bekerja
sama dengan penyedia layanan pembayaran berbasis blockchain.
Regulasi dan Kepatuhan Tetap Diperketat
Meski tren ini berkembang, regulator di Eropa tetap menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aturan anti
pencucian uang (AML) dan know your customer (KYC). Setiap transaksi kripto tetap harus melalui proses
verifikasi ketat untuk memastikan sumber dana legal dan transparan.
Otoritas keuangan Uni Eropa juga terus memantau perkembangan ini agar adopsi kripto di sektor properti tidak
dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal.
Masa Depan Investasi Properti
Para analis menilai, penggunaan kripto dalam pembelian properti berpotensi terus meningkat seiring semakin matangnya
regulasi dan teknologi blockchain. Bagi investor, kripto bukan lagi sekadar aset spekulatif, tetapi mulai menjadi
alat transaksi riil dalam pembelian aset bernilai tinggi.
Tren ini sekaligus memperlihatkan perubahan wajah investasi global, di mana teknologi digital semakin terintegrasi
dengan sektor-sektor tradisional seperti properti.