
Banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta kembali berdampak pada layanan transportasi publik. Salah satunya dialami oleh Tyo (27), penumpang bus TransJakarta yang terpaksa diturunkan di tengah perjalanan karena armada yang ditumpanginya tidak mampu menerobos genangan air yang menutup ruas jalan utama.
Peristiwa tersebut terjadi saat hujan deras mengguyur Jakarta sejak pagi hari. Genangan air setinggi hampir setengah ban bus membuat pengemudi memutuskan menghentikan perjalanan demi alasan keselamatan penumpang.
Bus Terhenti di Ruas Jalan Tergenang Banjir
Tyo menceritakan, bus yang ia tumpangi semula melaju normal hingga mendekati salah satu ruas jalan yang dikenal rawan banjir. Namun, laju kendaraan mulai melambat ketika genangan terlihat semakin dalam.
“Pas sudah dekat, kelihatan airnya tinggi. Bus sempat berhenti beberapa menit, lalu sopir bilang tidak bisa lanjut karena berisiko mesin mati,” ujar Tyo.
Tak lama kemudian, pengemudi meminta seluruh penumpang untuk turun dari bus dan mencari alternatif transportasi lain. Sebagian penumpang tampak kecewa, namun memahami keputusan tersebut.
Penumpang Terpaksa Jalan Kaki
Setelah turun, para penumpang harus berjalan kaki melewati genangan air yang mencapai betis orang dewasa. Beberapa dari mereka memilih menunggu ojek online di lokasi yang lebih tinggi, sementara lainnya berjalan cukup jauh untuk mencari halte pengganti.
“Kita turun di tengah jalan, enggak ada halte. Jadi ya mau tidak mau jalan kaki, sepatu juga basah semua,” lanjut Tyo.
Situasi tersebut membuat perjalanan banyak warga Jakarta menjadi lebih lama dari biasanya. Selain TransJakarta, sejumlah kendaraan pribadi dan sepeda motor juga terlihat memperlambat laju atau berbalik arah.
Respons TransJakarta
Pihak TransJakarta menyatakan bahwa penghentian layanan di ruas tergenang dilakukan demi keselamatan penumpang dan awak bus. Genangan air berpotensi menyebabkan kerusakan mesin serta risiko mogok di tengah banjir, yang justru dapat memperparah kemacetan.
“Kami sedang menerapkan diversi rute pada sektor yang terdampak banjir guna menjaga kontinuitas layanan Tuna55. Bus akan kembali melintas setelah kondisi dinyatakan aman,” ujar perwakilan TransJakarta.
Imbauan kepada Masyarakat
TransJakarta mengimbau pelanggan untuk memantau informasi layanan melalui aplikasi resmi dan media sosial sebelum bepergian, khususnya saat hujan deras. Masyarakat juga diminta mengantisipasi waktu tempuh lebih lama dan menyiapkan rute alternatif.
BPBD DKI Jakarta menyebutkan, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, warga diimbau tetap waspada terhadap genangan dan banjir susulan.
Kisah Tyo menjadi gambaran nyata bagaimana banjir tak hanya merendam rumah warga, tetapi juga mengganggu mobilitas dan aktivitas harian masyarakat Jakarta.