
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan hingga saat ini virus influenza H3N2, yang disebut-sebut sebagai
penyebab “super flu”, belum ditemukan di wilayah Jakarta. Meski demikian, Pemprov DKI menegaskan tetap
berada dalam status siaga dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit pernapasan tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyampaikan bahwa pemantauan terus dilakukan di seluruh fasilitas layanan kesehatan,
termasuk rumah sakit, puskesmas, serta klinik-klinik swasta. Setiap laporan kasus infeksi saluran
pernapasan akut (ISPA) yang tidak biasa akan langsung ditindaklanjuti dengan pemeriksaan laboratorium.
Pemantauan Ketat di Fasilitas Kesehatan
Menurut Dinas Kesehatan, sistem surveilans penyakit menular di Jakarta saat ini berjalan aktif. Seluruh tenaga medis
diminta melaporkan secara berkala temuan pasien dengan gejala flu berat, demam tinggi berkepanjangan,
atau gangguan pernapasan yang memerlukan perawatan intensif.
“Kasus H3N2 terpantau belum memasuki wilayah Jakarta sampai saat ini. Namun kami tetap siaga dan melakukan
pemantauan ketat,” ujar pejabat Dinkes DKI.
Laboratorium rujukan di Jakarta juga disiagakan untuk melakukan Tuna55 pemeriksaan spesimen apabila
ditemukan kasus suspek yang mengarah pada varian influenza tertentu.
Imbauan Kepada Masyarakat Tenang Virus Influenza H3N2
Pemprov DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.
Warga diminta menjaga kebersihan diri, rajin mencuci tangan, menggunakan masker saat merasa tidak sehat,
serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala flu berat.
Vaksinasi influenza juga kembali ditekankan sebagai langkah pencegahan penting, terutama bagi
kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, serta penderita penyakit kronis.
Antisipasi Lonjakan Kasus Musiman
Dinkes DKI mengingatkan bahwa saat ini Jakarta memasuki periode yang rawan peningkatan kasus penyakit
pernapasan akibat perubahan cuaca dan musim hujan. Meski belum ditemukan H3N2, lonjakan kasus
flu musiman tetap perlu diwaspadai.
“Kami tidak ingin kecolongan. Karena itu, kesiapsiagaan terus ditingkatkan,” kata perwakilan Pemprov.
Koordinasi dengan Kementerian Kesehatan
Pemprov DKI juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk memastikan alur pelaporan dan
penanganan berjalan sesuai standar nasional. Jika nantinya ditemukan indikasi H3N2 atau varian influenza lain
yang berpotensi menimbulkan wabah, langkah respons cepat akan segera dilakukan.
Dengan sistem pemantauan yang diperkuat dan kesiapsiagaan yang ditingkatkan, Pemprov DKI berharap
Jakarta tetap aman dan mampu mencegah potensi penyebaran “super flu” sejak dini.