You are currently viewing Pemerintah Siapkan USD 125 Juta untuk Kerja Sama Semikonduktor dengan Inggris

Pemerintah Siapkan USD 125 Juta untuk Kerja Sama Semikonduktor dengan Inggris

Pemerintah Siapkan USD 125 Juta

Pemerintah Indonesia menyiapkan anggaran sebesar USD 125 juta untuk memperkuat kerja sama strategis di bidang

semikonduktor dengan Inggris. Langkah ini menjadi bagian dari upaya nasional mempercepat transformasi industri teknologi

tinggi sekaligus mengurangi ketergantungan impor komponen elektronik vital.

Kerja sama ini mencakup pengembangan riset, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga peluang investasi industri chip

di dalam negeri. Pemerintah menilai kemitraan dengan Inggris penting karena negara tersebut memiliki ekosistem riset dan teknologi semikonduktor yang maju dan berpengalaman.

Pemerintah Membangun Fondasi Industri Chip Nasional

Semikonduktor merupakan komponen inti dalam hampir seluruh produk teknologi modern, mulai dari ponsel pintar, kendaraan listrik,

peralatan medis, hingga sistem pertahanan. Pemerintah menilai bahwa kemandirian pasokan chip menjadi isu strategis nasional

yang tidak bisa ditunda.

Melalui alokasi USD 125 juta ini, Indonesia ingin membangun fondasi industri chip nasional yang kuat, mulai dari penguatan riset,

inkubasi startup teknologi, hingga pengembangan fasilitas produksi dalam jangka menengah.

Transfer Teknologi dan SDM Jadi Fokus

Kerja sama dengan Inggris tidak hanya menyasar investasi fisik, tetapi juga transfer teknologi dan pengembangan SDM.

Program beasiswa, pelatihan teknisi, hingga pertukaran peneliti akan menjadi bagian dari paket kerja sama.

Pemerintah berharap generasi muda Indonesia dapat menguasai teknologi desain chip (chip design), manufaktur wafer,

serta pengujian semikonduktor, sehingga mampu bersaing di rantai pasok global.

Menarik Investasi dan Menciptakan Lapangan Kerja

Kolaborasi ini juga diproyeksikan mampu menarik investasi asing langsung (FDI) ke sektor teknologi tinggi.

Pendirian pusat riset dan fasilitas produksi semikonduktor di Indonesia berpotensi membuka ribuan lapangan kerja

baru dengan upah kompetitif dan keterampilan tinggi.

Selain itu, tumbuhnya industri semikonduktor domestik akan memberi efek berantai bagi sektor lain seperti otomotif,

elektronik konsumen, energi terbarukan, hingga pertahanan.

Posisi Indonesia di Rantai Pasok Global

Dengan langkah ini, Indonesia menargetkan dapat masuk lebih dalam ke rantai pasok global semikonduktor Tuna55,

yang selama ini didominasi negara-negara Asia Timur dan Amerika Serikat. Pemerintah optimistis, dukungan pendanaan,

kemitraan internasional, serta pasar domestik yang besar menjadi modal penting untuk menarik pemain global.

Dorong Kedaulatan Teknologi

Pemerintah menegaskan bahwa investasi USD 125 juta ini bukan sekadar proyek ekonomi, melainkan bagian dari agenda

kedaulatan teknologi nasional. Dengan menguasai semikonduktor, Indonesia diharapkan mampu memperkuat daya saing industri,

meningkatkan keamanan pasokan, dan mempercepat transformasi digital nasional.

Leave a Reply