
Pemerintah menyiapkan Dana MBG (Modal Bergulir) 2026 senilai Rp 335 triliun, sebagai bagian dari strategi
untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, memperkuat UMKM, dan membuka peluang kerja bagi
jutaan tenaga kerja di Indonesia. Program ini diharapkan menjadi salah satu instrumen utama dalam mempercepat
pemulihan ekonomi pascapandemi sekaligus memperkuat sektor produktif domestik.
Dana MBG bertujuan memberikan modal bergulir bagi pelaku usaha, terutama UMKM dan startup, agar mereka
dapat memperluas kapasitas produksi, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas pasar. Pemerintah menilai
langkah ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Serapan Tenaga Kerja Masif
Dengan alokasi dana sebesar Rp 335 triliun, pemerintah menargetkan dapat menyerap jutaan tenaga kerja baru,
baik di sektor formal maupun informal. Program MBG diharapkan memberi efek berganda (multiplier effect) pada ekonomi,
mulai dari produksi bahan baku, logistik, hingga distribusi produk lokal.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menekankan bahwa modal bergulir bukan sekadar bantuan finansial,
tetapi juga mendorong wirausaha agar lebih inovatif dan mandiri. Dengan demikian, manfaatnya terasa tidak hanya
bagi penerima modal, tetapi juga bagi tenaga kerja yang terdampak positif dari ekspansi usaha.
Dukung Rp 335 Triliun Pertumbuhan UMKM dan Startup
Dana MBG 2026 menitikberatkan pada penguatan UMKM dan perusahaan rintisan (startup). Pemerintah menilai
sektor ini memiliki peran strategis dalam mendorong produktivitas nasional, meningkatkan ekspor, dan menciptakan
lapangan kerja baru.
Program MBG menyediakan pendanaan fleksibel, bunga rendah, serta mekanisme pengembalian yang disesuaikan dengan
kemampuan usaha. Selain itu, pemerintah juga menyediakan pendampingan dan pelatihan bisnis Tuna55 untuk memastikan modal
digunakan secara efektif dan berkelanjutan.
Efek Berganda bagi Ekonomi Nasional
Investasi dana MBG diyakini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi perekonomian. Dengan
meningkatnya kapasitas produksi dan ekspansi bisnis, UMKM dan startup mampu menambah jumlah tenaga kerja,
meningkatkan produktivitas, serta memperkuat rantai pasok lokal.
Selain itu, peningkatan kegiatan ekonomi domestik juga akan meningkatkan pendapatan daerah dan pajak nasional,
sehingga menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih sehat dan mandiri.
Langkah Strategis untuk Pemulihan Ekonomi
Pemerintah menekankan bahwa MBG 2026 merupakan bagian dari strategi pemulihan ekonomi nasional yang inklusif.
Dengan fokus pada pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan kapasitas industri, program ini diharapkan
menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.
Pemerintah juga mengajak pemerintah daerah dan sektor swasta untuk bersinergi dalam menyalurkan dana MBG agar manfaatnya
dapat dirasakan secara merata di seluruh pelosok Indonesia.