You are currently viewing Francesco Bagnaia Isyaratkan Banyak Opsi Tim, Tak Tertarik Perkuat Skuad Satelit di MotoGP 2027

Francesco Bagnaia Isyaratkan Banyak Opsi Tim, Tak Tertarik Perkuat Skuad Satelit di MotoGP 2027

Juara dunia MotoGP, Francesco Bagnaia, memberi sinyal bahwa masa depannya di kelas premier masih terbuka lebar. Ia mengungkapkan memiliki beberapa peluang besar untuk musim MotoGP 2027, yang mengindikasikan adanya opsi selain bertahan bersama Ducati Lenovo Team. Meski demikian, Bagnaia menegaskan satu hal: ia tidak berminat membela tim satelit.

Spekulasi soal masa depan Bagnaia memang kian menguat. Ducati disebut tengah mempertimbangkan untuk merekrut Pedro Acosta sebagai tandem Marc Marquez di tim pabrikan. Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar mengenai posisi Bagnaia dalam rencana jangka panjang Ducati.

Pembalap asal Italia itu sejatinya telah menjadi bagian dari Ducati sejak 2019. Kariernya dimulai bersama Pramac Racing, sebelum promosi ke tim pabrikan pada 2021. Bersama Ducati Lenovo, Bagnaia mencapai puncak karier dengan meraih gelar juara dunia MotoGP pada 2022 dan 2023.

Francesco Bagnaia Merasa Sejalan dengan Situasi Alex Marquez

Belakangan, nama Bagnaia juga dikaitkan dengan Monster Energy Yamaha dan Aprilia Racing. Ia bahkan menyebut posisinya saat ini mirip dengan Alex Marquez, yang juga dirumorkan diminati Yamaha serta Red Bull KTM Factory Racing.

Kami berada dalam situasi yang hampir sama. Di depan saya ada beberapa kesempatan besar, dan dalam waktu dekat saya akan menentukan pilihan, ujar Bagnaia kepada MotoGP.com, Kamis (5/2/2026).

Meski mengakui Ducati menawarkan paket motor yang sangat kompetitif dan dianggap sebagai sebuah kemewahan, Bagnaia menegaskan dirinya tidak tertarik bertahan jika harus bergeser ke tim non-pabrikan. Kepada GPOne, ia menekankan bahwa statusnya sebagai pembalap papan atas membuatnya ingin selalu berada di lingkungan yang mampu bersaing di barisan terdepan.

Ingin Tetap di Tim Elite

Sikap tersebut juga membuat Bagnaia menutup peluang pindah ke Pertamina Enduro VR46, tim satelit Ducati milik mentornya, Valentino Rossi.

Saya yakin dengan kemampuan saya sebagai pembalap level atas. Ambisi saya mengharuskan saya selalu berada di posisi terdepan, tegasnya.

Bagnaia menambahkan bahwa pencapaiannya dalam beberapa musim terakhir menjadi modal penting dalam menentukan langkah selanjutnya. Namun, ia memilih bersikap tenang dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan besar.

Tanpa tekanan dan tanpa tergesa-gesa, saya akan memilih jalan yang menurut saya paling tepat, tutup Bagnaia. Tuna55

Leave a Reply