You are currently viewing Jembatan Putus, Siswa SD di Sukabumi Berangkat Sekolah Seberangi Sungai Dengan Naik Perahu Karet

Jembatan Putus, Siswa SD di Sukabumi Berangkat Sekolah Seberangi Sungai Dengan Naik Perahu Karet

Putusnya jembatan penghubung di salah satu wilayah pedesaan Sukabumi menjadi sorotan publik. Jembatan yang selama ini menjadi akses utama warga, termasuk para siswa sekolah dasar (SD), kini tidak lagi dapat digunakan akibat rusak parah. Akibatnya, anak-anak harus menempuh cara ekstrem demi tetap bisa berangkat ke sekolah, yaitu dengan menyeberangi sungai menggunakan perahu karet.

Dampak Langsung bagi Siswa Sekolah Dasar Sukabumi

Perjalanan Sekolah yang Tidak Biasa

Setiap pagi, para siswa SD harus berkumpul di tepi sungai sebelum jam masuk sekolah. Dengan didampingi orang dewasa, mereka satu per satu menaiki perahu karet untuk menyeberangi aliran sungai yang cukup lebar. Kondisi ini jelas jauh dari kata aman, terlebih saat arus sungai sedang deras akibat hujan.

Risiko Keselamatan Anak-anak

Penggunaan perahu karet bukanlah solusi ideal untuk aktivitas harian anak-anak. Risiko terpeleset, terjatuh, atau perahu terbalik selalu mengintai. Orang tua mengaku was-was, namun tidak memiliki pilihan lain karena jarak memutar menuju sekolah sangat jauh dan memakan waktu lebih lama.

Penyebab Putusnya Jembatan

Faktor Usia dan Cuaca

Jembatan tersebut diketahui sudah berusia tua dan mengalami kerusakan struktural sejak lama. Curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir memperparah kondisi hingga akhirnya jembatan tidak bisa dilalui sama sekali. Beberapa bagian ambles dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Minimnya Perawatan Infrastruktur

Warga setempat menyebutkan bahwa jembatan jarang mendapatkan perawatan rutin. Padahal, akses ini sangat vital bagi aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat sekitar. Ketika jembatan putus, dampaknya langsung dirasakan oleh seluruh warga.

Harapan Warga dan Orang Tua Siswa

Permintaan Perbaikan Segera

Warga berharap pemerintah daerah Tuna55 segera turun tangan untuk memperbaiki atau membangun kembali jembatan yang putus. Mereka menilai kondisi darurat ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, apalagi menyangkut keselamatan dan masa depan pendidikan anak-anak.

Pendidikan Tetap Harus Berjalan

Meski menghadapi keterbatasan, semangat siswa untuk tetap bersekolah patut diapresiasi. Orang tua dan guru berupaya memastikan kegiatan belajar tidak terhenti. Namun, tanpa solusi jangka panjang, kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak pada keselamatan serta kualitas pendidikan para siswa.

Peristiwa siswa SD di Sukabumi yang harus menyeberangi sungai dengan perahu karet menjadi gambaran nyata masih adanya ketimpangan infrastruktur di daerah. Diperlukan perhatian serius dan tindakan cepat agar akses pendidikan kembali aman dan layak bagi anak-anak.

Leave a Reply