You are currently viewing KPK Duga Oknum Bea Cukai Terima Rp7 Miliar per Bulan dari Blueray Cargo

KPK Duga Oknum Bea Cukai Terima Rp7 Miliar per Bulan dari Blueray Cargo

Komisi Pemberantasan Korupsi tengah mendalami dugaan praktik suap sistematis yang melibatkan aparat di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dalam kasus ini, penyidik mencurigai adanya aliran dana dalam jumlah besar yang diberikan secara berkala oleh PT Blueray Cargo kepada sejumlah pejabat Bea Cukai.

Dana yang diduga mencapai Rp7 miliar setiap bulan tersebut diyakini sebagai imbalan atas kemudahan proses pemasukan barang impor berkualitas tiruan atau KW ke Indonesia. Skema ini terungkap setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap para pihak yang diduga terlibat dalam praktik tersebut.

Juru Bicara KPK Soal Blueray Cargo

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa nilai setoran bulanan itu merupakan hasil perhitungan awal berdasarkan temuan penyidik di lapangan.

“Dalam peristiwa tangkap tangan, kami mendapati indikasi adanya pembagian uang secara rutin dengan total sekitar Rp7 miliar per bulan,” ujar Budi, Jumat (6/2/2026).

Menurut KPK, barang-barang yang diloloskan melalui jalur ini tidak hanya berasal dari satu jenis komoditas. Penyidik menemukan bahwa Blueray Cargo mengupayakan masuknya berbagai produk impor yang diduga melanggar ketentuan, mulai dari alas kaki hingga barang konsumsi lain yang berpotensi merugikan negara dan konsumen.

“Jenis barangnya bermacam-macam. Saat ini kami masih menginventarisasi apa saja yang berhasil masuk dan dari negara mana asalnya,” jelas Budi.

KPK kini memperluas penyidikan dengan menelusuri pola distribusi barang, peran masing-masing tersangka, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain, baik dari internal lembaga maupun sektor swasta. Pendalaman ini dilakukan untuk memetakan skema suap secara utuh, termasuk alur dana yang mengalir.

Dalam kasus korupsi tersebut, KPK telah menetapkan enam orang sebagai tersangka. Tiga di antaranya berasal dari internal Bea Cukai, yakni Direktur Penindakan dan Penyidikan Rizal, Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Sispiran Subiaksono, serta Kepala Seksi Intelijen Orlando Hamonangan.

Sementara dari pihak swasta, tersangka terdiri atas pemilik Blueray Cargo John Field, Ketua Tim Dokumentasi Andri, serta Manajer Operasional Dedy Kurniawan.

KPK menegaskan komitmennya untuk membongkar praktik korupsi di sektor kepabeanan hingga ke akarnya. Menurut KPK, integritas Bea Cukai sangat krusial karena lembaga ini berperan langsung dalam menjaga arus perdagangan, penerimaan negara, serta melindungi pasar dalam negeri dari peredaran barang ilegal. Tuna55

Leave a Reply