
Bencana longsor melanda sebuah area perkemahan di Selandia Baru, menyebabkan kepanikan dan upaya pencarian besar-besaran. Akibat peristiwa tersebut, sejumlah orang dilaporkan hilang setelah material tanah dan bebatuan menghantam lokasi yang tengah dihuni para pekiat alam dan wisatawan.
Insiden ini terjadi secara tiba-tiba, diduga dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Otoritas setempat langsung menetapkan status darurat terbatas dan mengerahkan tim penyelamat ke lokasi kejadian.
Longsor Terjadi Saat Aktivitas Perkemahan di Selandia Baru
Menurut keterangan pihak berwenang, longsor terjadi ketika para pengunjung sedang berada di tenda-tenda perkemahan. Material longsor berupa tanah, lumpur, dan batu besar meluncur dari lereng bukit di sekitar area perkemahan, menghantam tenda serta fasilitas pendukung lainnya.
Sejumlah orang berhasil menyelamatkan diri, namun beberapa lainnya diduga tertimbun longsoran atau terpisah dari rombongan saat berusaha menghindar. Hingga kini, jumlah pasti korban yang hilang masih dalam pendataan.
Tim SAR Dikerahkan, Pencarian Berlangsung Sulit
Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) Selandia Baru segera dikerahkan, dibantu oleh polisi, pemadam kebakaran, dan relawan setempat. Proses pencarian menghadapi berbagai kendala, termasuk kondisi tanah yang masih labil, cuaca buruk, serta medan yang terjal dan sulit dijangkau.
Alat berat, anjing pelacak, dan drone digunakan untuk membantu mempercepat pencarian korban. Namun, pihak berwenang mengakui bahwa operasi penyelamatan membutuhkan waktu karena faktor keselamatan petugas juga menjadi prioritas.
Cuaca Ekstrem Diduga Jadi Pemicu
Otoritas meteorologi Selandia Baru menyebutkan bahwa wilayah tersebut memang sedang mengalami cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi. Kondisi ini meningkatkan risiko longsor, terutama di kawasan berbukit dan daerah dengan struktur tanah yang rapuh.
Pemerintah daerah sebelumnya telah mengeluarkan peringatan waspada longsor, namun derasnya hujan membuat bencana tetap tidak terhindarkan.
Area Perkemahan Ditutup Sementara
Sebagai langkah pengamanan, area perkemahan tersebut ditutup sementara dan warga sekitar diminta menjauh dari lokasi berisiko. Pemerintah Tuna55 juga mengimbau wisatawan untuk menunda aktivitas luar ruang di wilayah rawan longsor hingga kondisi cuaca benar-benar membaik.
Para korban selamat telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman dan mendapatkan penanganan medis serta dukungan psikologis.
Pemerintah Sampaikan Keprihatinan
Pemerintah Selandia Baru menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian ini dan memastikan seluruh sumber daya akan dikerahkan untuk menemukan para korban yang masih hilang. Otoritas juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem peringatan dini dan mitigasi bencana di kawasan wisata alam.
Peristiwa longsor yang menghantam perkemahan ini menjadi pengingat akan tingginya risiko bencana alam di tengah perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Pihak berwenang mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap peringatan keselamatan demi mencegah jatuhnya lebih banyak korban.