
Padang — Upaya normalisasi Sungai Batang Kuranji pascabencana banjir dan longsor yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, mulai menunjukkan perkembangan signifikan.
Sejumlah ruas jalan yang sebelumnya rusak parah dan tertutup material lumpur kini telah kembali berfungsi,
sehingga mobilitas warga berangsur normal setelah sempat terganggu selama beberapa pekan.
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas alat berat masih berlangsung di beberapa titik sepanjang aliran Sungai Batang Kuranji.
Pengerukan sedimen berupa lumpur, pasir, kayu, dan bebatuan dilakukan untuk mengembalikan kapasitas sungai yang
sempat menyempit akibat timbunan material banjir. Selain itu, perbaikan badan jalan yang tergerus arus
deras juga terus dikebut agar bisa kembali dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat secara aman.
Warga di sekitar bantaran sungai menyambut gembira kembalinya akses jalan utama yang menghubungkan
permukiman dengan pusat aktivitas ekonomi, sekolah, dan fasilitas kesehatan. Selama masa pemulihan, warga harus memutar jauh untuk beraktivitas karena akses jalan terputus.
“Alhamdulillah sekarang sudah bisa dilewati lagi. Dulu kami harus memutar jauh, sekarang sudah lebih
mudah ke pasar dan anak-anak bisa sekolah tepat waktu,” ujar Rahman, salah seorang warga setempat.
Pemerintah Kota Padang menegaskan bahwa normalisasi Sungai Batang Kuranji merupakan langkah penting
tidak hanya untuk pemulihan pascabencana, tetapi juga sebagai upaya mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Wilayah Batang Kuranji diketahui sebagai salah satu daerah rawan banjir di Kota Padang, terutama saat curah hujan tinggi.
Selain pengerukan sungai, pemerintah juga melakukan pemasangan bronjong untuk memperkuat tebing sungai,
perbaikan drainase lingkungan, serta penataan ulang bantaran sungai di titik-titik rawan longsor. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya tahan lingkungan terhadap potensi bencana di masa mendatang Tuna55.
Wali Kota Padang melalui pernyataan resminya menyampaikan bahwa pemulihan infrastruktur dasar menjadi prioritas
utama karena menyangkut keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat. Pemerintah juga mengimbau masyarakat
agar ikut menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat memperparah pendangkalan dan memicu banjir.
Dengan kembali berfungsinya akses jalan dan mulai normalnya aliran Sungai Batang Kuranji, aktivitas ekonomi warga
mulai kembali menggeliat. Para pedagang, pekerja, hingga pelajar kini dapat beraktivitas dengan lebih lancar.
Warga berharap normalisasi sungai dapat terus dilakukan secara berkala sehingga kawasan mereka menjadi lebih aman,
nyaman, dan terhindar dari ancaman banjir di masa mendatang.