
Deputi terkait bidang fiskal dan penerimaan negara, Purbaya, menyambangi kantor Danantara menyusul adanya keluhan dari sejumlah pihak terkait implementasi sistem Coretax. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan langsung kondisi sistem perpajakan digital itu sekaligus menindaklanjuti komplain yang disampaikan oleh pelaku usaha dan konsultan pajak.
Coretax merupakan sistem inti administrasi perpajakan yang digadang-gadang menjadi tulang punggung transformasi digital di sektor pajak. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, sistem ini dilaporkan mengalami kendala teknis yang berdampak pada proses pelaporan dan administrasi wajib pajak.
Purbaya Fokus Pengecekan Teknis di Lapangan
Dalam kunjungannya ke Danantara, Purbaya melakukan pengecekan langsung bersama tim teknis terkait performa sistem Coretax. Pemeriksaan difokuskan pada stabilitas server, kecepatan akses, serta akurasi data yang diolah sistem tersebut.
Menurut Purbaya, sebagian besar keluhan yang masuk berkaitan dengan akses sistem yang lambat, kendala login, serta keterlambatan sinkronisasi data. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap masalah tersebut dan memilih turun langsung untuk mendapatkan gambaran faktual.
“Pengecekan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari infrastruktur teknologi hingga prosedur operasional. Kami ingin memastikan apakah kendala berasal dari sistem, jaringan, atau faktor lain,” ujarnya.
Hasil Evaluasi Sementara
Berdasarkan hasil pengecekan awal, Purbaya menyampaikan bahwa tidak ditemukan gangguan fatal pada sistem Coretax. Namun, ia mengakui terdapat beberapa titik yang membutuhkan optimalisasi, khususnya pada jam-jam sibuk saat akses pengguna meningkat drastis.
Tim teknis Danantara disebut telah melakukan penyesuaian kapasitas sistem serta peningkatan pengelolaan beban server. Selain itu, pembaruan perangkat lunak juga dilakukan secara bertahap untuk meminimalkan potensi gangguan serupa di kemudian hari.
“Secara umum sistem berjalan, tetapi memang perlu penyempurnaan. Ini bukan kegagalan, melainkan bagian dari proses adaptasi sistem baru yang skalanya sangat besar,” kata Purbaya.
Tanggapan terhadap Komplain Publik
Menanggapi komplain dari wajib pajak, Purbaya menekankan bahwa masukan dari masyarakat justru menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah. Ia meminta para pengguna Coretax untuk terus melaporkan kendala yang ditemui melalui kanal resmi agar dapat segera ditangani.
Pemerintah juga memastikan tidak akan ada sanksi administratif yang merugikan wajib pajak akibat gangguan teknis sistem, selama kendala tersebut dilaporkan sesuai prosedur.
Komitmen Perbaikan Berkelanjutan
Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan Coretax sebagai bagian dari reformasi perpajakan nasional Tuna55. Sistem ini dinilai krusial untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, serta akurasi penerimaan negara.
“Kami ingin Coretax benar-benar menjadi solusi, bukan beban. Karena itu, evaluasi dan perbaikan akan terus dilakukan,” ujarnya.
Kunjungan ke Danantara ini diharapkan dapat meredam kekhawatiran publik sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menindaklanjuti setiap komplain. Dengan optimalisasi berkelanjutan, Coretax diharapkan dapat berfungsi maksimal dan mendukung sistem perpajakan yang modern serta terpercaya.