
Otoritas New South Wales (NSW), Australia, mengeluarkan imbauan tegas kepada warga dan wisatawan untuk menjauhi
sejumlah pantai setelah empat insiden serangan hiu terjadi dalam kurun waktu 48 jam. Rentetan kejadian tersebut memicu
kekhawatiran publik dan mendorong pemerintah daerah meningkatkan status kewaspadaan di kawasan pesisir timur Australia.
Serangan pertama dilaporkan terjadi di pantai kawasan Mid North Coast, ketika seorang peselancar mengalami luka serius akibat
gigitan hiu saat berada cukup jauh dari bibir pantai. Korban segera dievakuasi menggunakan helikopter penyelamat dan dilarikan ke
rumah sakit terdekat. Beberapa jam berselang, insiden serupa kembali terjadi di wilayah pantai berbeda, kali ini menimpa perenang
yang tengah berenang di perairan dangkal.
Dalam dua hari yang sama, dua laporan tambahan masuk dari kawasan pesisir selatan New South Wales. Meski tidak seluruh korban
mengalami luka fatal, otoritas menyebut pola kemunculan hiu yang agresif dalam waktu singkat ini sebagai kejadian tidak biasa.
Peningkatan Kewaspadaan di Sepanjang Pesisir Otoritas New South
Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah New South Wales bersama otoritas keselamatan laut langsung menerapkan sejumlah langkah
darurat. Beberapa pantai ditutup sementara, sementara petugas penjaga pantai (lifeguard) diminta meningkatkan patroli udara dan laut
menggunakan drone serta helikopter.
“Kami meminta masyarakat untuk tidak berenang, berselancar, atau melakukan aktivitas air sampai pemberitahuan lebih lanjut,”
ujar perwakilan otoritas keselamatan laut NSW. Ia menegaskan bahwa keselamatan publik menjadi prioritas utama, mengingat aktivitas
hiu terpantau meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Bendera peringatan hiu juga dipasang di sejumlah pantai populer, sementara sistem peringatan digital dikirimkan kepada warga yang
tinggal di kawasan pesisir.
Dugaan Penyebab Meningkatnya Aktivitas Hiu
Para ahli kelautan menduga meningkatnya aktivitas hiu ini dipengaruhi oleh perubahan kondisi lingkungan laut, termasuk suhu
air yang lebih hangat serta pergerakan kawanan ikan yang mendekati garis pantai. Fenomena tersebut diyakini menarik predator besar
seperti hiu untuk berburu lebih dekat ke wilayah aktivitas manusia.
Selain itu, musim migrasi hiu yang bertepatan dengan periode libur musim panas di Australia turut memperbesar potensi interaksi
antara manusia dan satwa laut tersebut.
“Hiu bukanlah makhluk yang menyerang tanpa alasan. Sebagian besar insiden terjadi karena hiu salah mengira manusia sebagai mangsa
alaminya,” jelas seorang peneliti kelautan dari universitas setempat.
Respons Warga dan Pelaku Wisata Otoritas New South
Imbauan otoritas mendapat respons beragam dari masyarakat Tuna55. Sebagian warga mendukung penuh langkah penutupan pantai demi
keselamatan, sementara pelaku usaha pariwisata mengaku khawatir akan dampak ekonomi, terutama di tengah tingginya kunjungan wisatawan.
Namun demikian, otoritas menegaskan bahwa keselamatan jiwa tidak bisa dikompromikan. Pemerintah daerah berjanji akan terus
memantau situasi dan membuka kembali pantai secara bertahap setelah kondisi dinilai aman.
Imbauan Keselamatan bagi Publik
Otoritas NSW juga mengingatkan warga untuk selalu mengikuti protokol keselamatan laut, antara lain menghindari berenang saat
pagi atau senja hari, tidak berenang sendirian, serta segera keluar dari air jika melihat aktivitas mencurigakan di laut.
Masyarakat diminta memantau informasi resmi dari pemerintah setempat dan tidak mengabaikan peringatan yang diberikan petugas.
Dengan masih berlangsungnya pemantauan intensif, otoritas berharap rangkaian serangan ini dapat segera dihentikan dan tidak
kembali memakan korban. Hingga saat ini, investigasi terkait pola pergerakan hiu masih terus dilakukan oleh tim gabungan keselamatan
laut dan peneliti kelautan.